Kegelisahan berasal dari kata “Gelisah”, artinya
didalam hatinya merasa tidak tentram, selalu merasa khwatir, tidak tenang,
tidak sabar, tidak nyaman dengan segala situasi, dan cemas. Jadi kegelisahan merupakan
hal yang menggambarkan seseorang merasa tidak tentram hatinya maupun
perbuatannya, selalu merasa khawatir dalam segala situasi, dan selalu mengalami
kecemasan.
Kegelisahan hanya dapat diketahui dari gejala tingkah
laku seseorang dalam situasi tertentu. Misalnya seperti berjalan mondar-mandir
sambil menundukkan kepalanya, memandang jauh kedepan sambil mengepal-ngepal
tangannya, duduk menyendiri dan termenung sambil memegang kepalanya, tidak
fokus pikirannya, malas berbicara, duduk dengan wajah murung atau sayu.
Kegelisahan
merupakan salah satu ekspresi dari kecemasan. Masalah kecemasan berkaitan
dengan masalah frustasi, secara definisi dapat disebutkan, bahwa setiap
seseorang mengalami frustasi karena apa yang diinginkan tidak tercapai.
Bila dikaji, sebab-sebab orang gelisah adalah karena
pada hakekatnya orang takut kehilangan hak-haknya. Hal itu adalah akibat dari
suatu ancaman, baik ancaman dari luar maupun dari dalam.
Contoh :
Bila
ada suatu tanda ancaman (ancaman serangan teroris), orang tentu akan mengalami
kegelisahan. Hal itu disebabkan karena
ancaman itu akan mengamcam keselamatan orang banyak. Misalnya, ada
pengeboman disuatu tempat, pasti orang akan mengalami kegelisahan., karena
mereka beranggapan pasti aka nada serangan bom selanjutnya. Dan akhirnya
masyarakat pun mengalami kegelisahan.
Untuk mengatasi kegelisahan adalah hal yang pertama
dilakukan dimulai dari diri kita sendiri, yaitu dengan cara kita harus bersikap
tenang dalam situasi dan kondisi apapun. Dengan sikap teng, kita dapat berpikir
secara tanang, sehingga segala kesulitan dapat kita atasi.
Contoh :
Seorang pemadam kebakaran
yang menghadapi keluarganya yang terjebak didalam rumahnya yang terbakar, justru
akan merasa panik dan tidak tenang, karena ada ancaman terhadap haknya. Seorang
pemadam itu merasa khawatir. Dalam hal ini seorang pemadam itu harus bersikap
seperti membantu korban kebakaran lainnya yng bukan keluarganya.
Untuk mengatasi kegelisahannya
yang paling ampuh kita memasrahkan diri kepada Tuhan. Kita psrahkan nasib kita
sepenuhnya kepada-Nya. Kita harus percaya bahwa Tuhan Maha Kuasa, Maha
Pengasih, Maha Penyayang dan Maha Pengampun.
Keterasingan berasal dari kata “terasing”, dan kata
itu adalah dari kata “asing” yang berarti sendiri, tidak dikenal orang,
sehingga kata terasing berarti tersisihkan dari pergaulan, terpisahkan dari
yang lain atau terpencil. Jadi kata terasing berarti hal-hal yang berkesan
dengan tersisihkan dari pergaulan, terpencil atau terpisah dari yang lain.
Yang menyebabkan orang berada dalam keterasingan itu
ialah perilakunya yang tidak dapat diterima atau tidak dapat dibenarkan oleh
masyarakat, atau kekurangan yang ada pada diri seseorang, sehingga ia tidak
dapat atau sulit menyesuaikan diri dalam masyarakat.
Kesepian berasal dari kata sepi, yang berarti sunti
atau lenggang. Sehingga kata kesepian berarti merasa sunyi atau lenggang, tidak
berteman. Setiap orang pernah mengalami kesepian, karena kesepian bagian hidup
manusia, lama rasa sepi itu bergantung kepada mental orang dan kasus
penyebabnya.
Sebab-sebab terjadinya kesepian
Frustasi dapat menyebabkan
kesepian. Dalam hal itu orang tidak ingin diganggu, ia lebih senang dalam
keadaan sendiri dan sepi. Orang yang frustasi akan bersikap rendah diri,
sengaja menjauhi pergaulan ramai, kebalikan dengan orang yang bersifat sombong.
Orang yang bersikap rendah diri, pemalu, minder, meras kurang berharga
disbanding orang lain, maka orang itu lebih suka menyendiri. Karena menyendiri
itu akibatnya kesepian.
Ketidakpastian berasal dari kata tidak pasti artinya
tidak menentu., tidak dapat ditentukan, tidak tahu, tanpa arah yang jelas,
tanpa asal-usul yang jelas. Itu semua adalah akibat pikirannya tidak dapat
konsentrasi. Ketidak konsentrasian disebabkan oleh berbagai sebab, yang jelas
pikirannya kacau.
Orang yang tidak dapat berpikir dengan baik, ada
bermacam-macam penyebabnya. Untuk menyembuhkan keadaan itu tergantung pada
mental si penderita. Andaikan penyebabnya sudah diketahui, kemungkinan juga
tidak dapat sembuh. Bila hal itu terjadi, maka jalan yang paling baik bagi
penderita ialah diajak atau pergi sendiri ke psikolog.
Bila penyebabnya itu jelas, misalnya rindu, obatnya
mudah yaitu dipertemukan dengan orang yang dirindukan. Phobia atau jenis takut
bisa dilatih sedikit demi sedikit, sehingga tidak takut lagi.
Orang yang bersifat sombong atau angkuh apabila
mengalami musibah, baru berkurang kesombongannya, tetapi mungkin tidak.
Andaikan mereka sadar, kesembuhan itu adalah karena pengalaman. Jadi yang
menyembuhkan masyarakat sekitarnya dan dirinya sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar